Tantangan Tersendiri Mencoba OpenStack
Sudah hampir 2 minggu saya tidur di kampus, kali ini bukan karena lembur tugas kuliah atau ada kerjaan, tapi kali ini gegara sedang oprek OpenStack. Pada tulisan saya kali ini saya tidak akan menjelaskan apa itu openstack, bagaimana fungsi dan cara instalasinya, tapi saya hanya akan bercerita bagaimana suka duka instalasi openstack di komputer kampus. Mungkin suatu saat saya akan menulis bagaimana mendeploy sistem openstack secara lebih detail.
OpenStack sebenarnya secara konsep bukan sutu teknologi baru dalam dunia cloud server. Sebelum OpenStack lahir, sudah ada generasi sebelumnya yaitu eucalyptus, eucalyptus merupakan software cloud server yang pertama kali diperkenalkan ke dunia luas setelah ubuntu mem-bundling-nya di ubuntu server. Sementara OpenStack dibuat agar cloud server mempunyai standar baru yang bisa digunakan di berbagai platform linux dan bermacam-macam hardware. Saat lahirnya openstack, ada beberapa pegawai dari eucalyptus yang menyeberang ke openstack yang berada di bawah NASA dan Rackspace. Dan begitu kagetnya setelah saya masuk ke openstack dan ternyata banyak sekali software yang ada di eucalyptus juga dipakai di openstack, jadi bisa saya anggap bahwa openstack merupakan pengembangan lanjutan dari eucalyptus namuan dikembangkan oleh NASA dan rackspace.
Saya pernah menggunakan eucalyptus dan memang sangat mudah cara menginstall dan mengkonfigurasinya karena memang sudah ada pilihan saat akan install ubuntu server. Nah, saat saya berganti ke openstack, perubahannya sangat drastis, dengan sebuah ebook tebal 55 halaman, yang isinya tentang instalasi openstack. Mungkin ada puluhan step dalam instalasi openstack yang masing-masing mempunyai fungsi yang rumit dan saling terkait. Sebenarnya ada sebuah distro untuk mempermudah instalasi openstack, namun berhubung internet tidak begitu bagus, instalasi dengan distro tersebut malah manjadi lebih sulit karena saat instalasi (deploy) dikerjakan di backgroud proses. Distro tersebut adalah stackOps, sebuah distro baru yang memang khusus digunakan untuk instalasi openstack.
Pada saat instalasi openstack, ada beberapa hal yang yang perlu diperhatikan, yang pertama, koneksi. Koneksi sangat dibutuhkan dan disarankan stabil karena ada banyak sekali package yang di download dari internet, dari mulai apt-get dari repository sampai easy-installnya python. Yang paling menjadi masalah adalah yang easy-installnya python, karena saat koneksi anda terputus (tidak stabil) dan instalasi gagal, maka akan mendownload ulang paket yang gagal, tidak bisa resume otomatis seperti apt-getnya linux. Hal kedua yang perlu mendapat perhatian khusus adalah file /etc/hosts, ada satu software dalam openstack yang masih belum support dengan ipv6 yaitu rabbitmq-server. Saat anda menginstall openstack pastikan pada file hosts, localhost dengan ipv6 dihapus dulu. Kemudian pastikan hostname dan ip benar, karena sudah beberapa kali instalasi linux, linux akan men-generate hostname dengan ip 127.0.1.1 (seharusnya 127.0.0.1).
OpenStack masih sangat muda bagi saya, masih banyak sekali perubahan-perubahan setiap saat. Sebagai contoh ada satu kasus yang unik saat instalasi openstack, pada saat itu saya bisa menggunakan perintah uec-publish-tarball untuk upload image OS baru kedalam openstack saya. Perintah tersebut berhasil, beberapa saat kemudian saya upgrade sistem saya dengan apt-get upgrade, dan ternyata perintah tersebut sudah tidak berjalan lagi. Telusur kesana-sini ternyata perintah tersebut telah berganti menjadi cloud-publish-tarball. Dan anehnya lagi, di tutorial resmi openstack, tutorialnya masih menggunakan uec-publish-tarball. Hal itu membuktikan bahwa masih banyak perubahan di tubuh openstack, perubahan yang sangat cepat menurut saya. Bagi anda yang ingin mengaplikasikan openstack dalam bidang corporate harus berpikir berkali-kali karena hal tersebut. Tapi jika anda hanya ingin mencoba dan meneliti, sangat saya rekomendasikan openstack karena anda akan paham seluk beluk tentang cloud server serta troubleshootingnya.Intinya, saat anda berniat untuk mencoba openstack, jangan bosen install ulang dan reconfigure server anda. Special attention, openstack in rapid development, changing every day.
Sekian curhat saya malam ini, semoga bisa bermanfaat bagi anda. Terima kasih sudah mengunjungi blog saya :)
- 116 reads
Hello!! Selamat datang di blog pribadi saya. Nama saya anjar, saya seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Saat ini saya sedang mendalami tentang Web Development sekaligus Network Administration namun spesialisasi di Server Management, Drupal Web Design, dan PHP Programming.
  Silahkan kirim email ke info@anjar.web.id
Untuk RSS, bisa diarahkan ke http://anjar.web.id/rss.xml
Skype, bisa add account a.fiandri
Twitter bisa follow di @anjarwebid
Account YM bisa add di a.fiandri
Bisa nontonn video yang saya upload di http://www.youtube.com/user/ajrnea
Kumpulan artikel saya dapat dilihat di http://digg.com/ajrnea 
Monthly archive
- February 2011 (5)
- March 2011 (10)
- April 2011 (25)
- May 2011 (10)
- August 2011 (6)
- December 2011 (9)
- January 2012 (6)
- February 2012 (4)








Comments
Add new comment